Ilaga – Masyarakat Kabupaten Puncak, Papua Tengah, mendapat seruan penting untuk memperkuat benteng pertahanan sosial dari ancaman informasi bohong (hoaks) menjelang momentum nasional.
Ketua Klasis sekaligus Tokoh Agama Kabupaten Puncak, Pendeta Theis Wonda, menginstruksikan warga agar menutup celah bagi setiap upaya provokasi yang dapat merusak kedamaian daerah.
“Langkah ini menjadi penting mengingat eskalasi isu negatif kerap meningkat menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” ucapnya.
Pendeta Theis menegaskan bahwa stabilitas keamanan di wilayah Ilaga dan sekitarnya saat ini berada dalam kondisi yang sangat kondusif.
“Warga diimbau untuk tetap menjalankan rutinitas perekonomian maupun sosial secara normal tanpa perlu diselimuti rasa cemas,” ujar Theis.
Lanjutnya, kondisi geografis dan dinamika sosial di Kabupaten Puncak menuntut komitmen tinggi dari seluruh elemen masyarakat dalam menjaga ketertiban.
Menurut Pendeta Theis, persatuan antarwarga merupakan modal dasar yang paling efektif untuk meredam potensi konflik.
Ia juga mengidentifikasi bahwa penyebaran berita bohong menjadi ancaman nyata yang sengaja diembuskan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Sebagaimana diketahui pihak gereja dan lembaga adat di Kabupaten Puncak terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengawal kondusivitas wilayah.
“Melalui kolaborasi yang kokoh, agenda nasional (HUT RI) kita harapkan menjadi momentum persatuan, bukan sumber perpecahan di tanah Papua, khususnya di Kabupaten Puncak,”tutupnya.(rd)
Leave a comment