Pepera 1969 dan Finalnya Integrasi Papua ke NKRI

- Penulis

Jumat, 16 Januari 2026 - 19:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua – Sejarah mencatat bahwa Papua Barat, yang sebelumnya dikenal sebagai Irian Barat atau Irian Jaya, merupakan wilayah bekas koloni Belanda pada masa kolonial. Setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945, Belanda masih berupaya mempertahankan kendali atas wilayah tersebut.

Upaya itu memicu konflik antara Indonesia dan Belanda yang berlangsung selama beberapa tahun pascakemerdekaan. Ketegangan akhirnya menemukan titik terang melalui Perjanjian New York tahun 1962, di mana Belanda sepakat menyerahkan administrasi Papua Barat kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sebelum kemudian dialihkan kepada Indonesia.

Sebagai bagian dari proses penentuan status politik wilayah, pada tahun 1969 dilaksanakan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) di Papua Barat. Dalam proses tersebut, perwakilan masyarakat menyatakan pilihan untuk bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan hasil Pepera, Papua Barat secara resmi dan sah menjadi bagian dari Indonesia pada tahun 1969. Keputusan ini kemudian diterima dan dicatat dalam sistem internasional.

Baca Juga:  Gubernur Papua Temui Menteri HAM, Perkuat Sinkronisasi Kebijakan Pusat–Daerah

Sebagai bentuk penghormatan terhadap kekhasan budaya, sejarah, dan kondisi sosial masyarakat setempat, pemerintah Indonesia memberikan status otonomi khusus bagi Papua dan Papua Barat. Kebijakan ini bertujuan mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.

Sejak integrasi tersebut, Provinsi Papua dan Papua Barat terus mengalami perkembangan di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, sosial, hingga politik. Berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah menjadi bukti nyata perhatian negara terhadap Papua sebagai bagian sah dan tidak terpisahkan dari NKRI.

Sejarah sudah bicara, keputusan sudah diambil, dan integrasi Papua ke dalam NKRI bersifat final. Tinggal satu tugas bersama: menjaga kedamaian dan melanjutkan pembangunan demi masa depan Papua yang lebih sejahtera.(rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nuansatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Buka Puasa Bersama Gubernur Papua, Polda Papua Perkuat Silaturahmi dan Kebersamaan di Bulan Ramadhan
Gubernur Papua Raih Anugerah Golden Leader pada HUT ke-6 JMSI dan HPN 2026
Jelang Ramadhan, Wabup Pastikan Situasi Kamtibmas Nabire Tetap Kondusif
Tinjau Pengungsian Banjir di Rawa Buaya, Gubernur Pramono Serahkan Bantuan dan Tambah Pompa Air
Gubernur Papua Temui Menteri HAM, Perkuat Sinkronisasi Kebijakan Pusat–Daerah
Pemerintah Berkomitmen Tuntaskan Pembangunan Papua, Wapres Gibran Angkat Bicara
Gubernur Papua: Pembangunan 14 Ribu Rumah Rakyat Dilaksanakan Bertahap
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 22:42 WIB

Buka Puasa Bersama Gubernur Papua, Polda Papua Perkuat Silaturahmi dan Kebersamaan di Bulan Ramadhan

Rabu, 18 Februari 2026 - 13:50 WIB

Gubernur Papua Raih Anugerah Golden Leader pada HUT ke-6 JMSI dan HPN 2026

Minggu, 15 Februari 2026 - 12:13 WIB

Jelang Ramadhan, Wabup Pastikan Situasi Kamtibmas Nabire Tetap Kondusif

Sabtu, 24 Januari 2026 - 10:17 WIB

Tinjau Pengungsian Banjir di Rawa Buaya, Gubernur Pramono Serahkan Bantuan dan Tambah Pompa Air

Jumat, 23 Januari 2026 - 13:11 WIB

Gubernur Papua Temui Menteri HAM, Perkuat Sinkronisasi Kebijakan Pusat–Daerah

Berita Terbaru