Wamena – Polres Jayawijaya melaksanakan pengamanan penanganan konflik sosial sekaligus mediasi adat dan prosesi patah panah sebagai simbol perdamaian antara masyarakat Suku Lanny dan Suku Yali (Hubula–Kurima), yang digelar di Halaman Mako Polres Jayawijaya, Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.40 WIT hingga 13.20 WIT tersebut berjalan aman, tertib, dan kondusif dengan melibatkan tim mediator serta dukungan penuh unsur TNI–Polri, pemerintah daerah, tokoh adat, dan tokoh masyarakat. Prosesi adat patah panah menandai berakhirnya konflik dan komitmen kedua belah pihak untuk menjaga perdamaian serta menghentikan segala bentuk kekerasan.
Hadir dalam kegiatan ini Wakil Menteri Dalam Negeri RI Ribka Haluk, Kapolda Papua Patrige R. Renwarin, Pangdam XVII/Cenderawasih, Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Jhon Tabo, para bupati, serta pejabat TNI–Polri lainnya. Dalam sambutannya, para pimpinan menegaskan pentingnya penyelesaian konflik melalui jalur adat, musyawarah, dan hukum positif demi menjaga stabilitas keamanan di Papua Pegunungan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan surat perdamaian oleh perwakilan kedua suku, penyerahan tali asih, foto bersama, serta doa penutup. Secara keseluruhan, pelaksanaan mediasi dan prosesi adat berlangsung lancar dan berhasil menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Jayawijaya.
good
thanks
halo
sangat bermanfaat